Temukan berbagai inovasi dan perkembangan terbaru di bidang riset dan teknologi pertanian yang dikembangkan oleh PT Sumber Alam Unggul untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan pertanian Indonesia.

Kerja Sama Riset PATANI Jawa Timur dan LPI- Bina Bangsa Jombang: Inovasi Teknologi Bionst dan Bank Nira dalam Revolusi Produksi Gula Kristal Putih Berkelanjutan

 

 

        Surabaya17/08/2025. Pandu Tani Indonesia (PATANI) Kanwil Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Bapak Eko Cahaya Priyanto, dengan Lembaga Pengkajian Ilmiah “Bina Bangsa” Jombang, yang dipimpin oleh Arif Wibowo, menjalin kerja sama RISET strategis, untuk mengembangkan inovasi teknologi dalam produksi Gula Kristal Putih (GKP) berkelanjutan. Kerja sama ini lahir dari tantangan nyata industri gula nasional, termasuk rendahnya efisiensi proses penggilingan, tingginya volume limbah padat seperti blotong dan ampas, serta rendahnya produksi gula akibat keterbatasan waktu giling. Ketergantungan pada bahan kimia seperti kapur susu, sulfur, dan asam fosfat, selain biaya produksi tinggi juga menimbulkan dampak lingkungan yang serius dan biaya produksi yang tinggi.

 

    Melalui riset intensif, Mitra Riset Bina Bangsa Jombang memperkenalkan Teknologi Bionst (Bio Nira Stabilisator) dan sistem Bank Nira sebagai solusi inovatif. Bionst, formulasi biologis berbasis mikroorganisme, enzim, dan ekstrak tumbuhan, menstabilkan nira sejak tahap awal pengolahan, mencegah terbentuknya gula reduksi dan produksi gula tanpa bahan kimia sintetis, sekaligus mempercepat proses kristalisasi. Sementara itu, Bank Nira memungkinkan penyimpanan nira segar dalam kondisi terkendali untuk menjaga terjadinya gula reduksi, sehingga produksi dapat dilakukan berkelanjutan tanpa kehilangan kualitas bahan baku. Dalam aplikasi teknologi di lapangan, menggunakan mesin pemeras nira portable (Sugarcane Crusher), tebu diperas langsung di lahan untuk diambil niranya dan ditampung dalam mobil tangki yang steril, teknologi ini akan menghemat waktu dan biaya transportasi, serta menjaga kesegaran nira. Disisi lain limbah padat dari proses pemerasan selanjutnya dilakukan pengolahan menjadi pupuk organik, mendukung kesuburan tanah dan menurunkan biaya pemupukan. Teknologi ini memungkinkan pabrik gula beroperasi tanpa limbah padat(seperti blotong, ampas), hemat energi, ramah lingkungan, dan mendukung produksi sepanjang tahun.

 

   Penerapan Bionst dan Bank Nira diharapkan meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi, memperpanjang umur simpan nira, menurunkan biaya operasional, meningkatkan rendemen gula, serta membuka peluang investasi di sektor agroindustri hijau. Dukungan ekstensifikasi lahan tebu dan pendirian Pabrik Gula Mini Row Sugar, juga menjadi strategi penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor gula. Dengan sinergi antara teknologi Bionst, Bank Nira, mesin pemeras nira portabel, dan pengembangan lahan produktif, Indonesia berpotensi memiliki industri gula modern, efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi di pasar global.